Polisi jemput bola menyerap aspirasi warga, dari persoalan infrastruktur hingga informasi penerimaan anggota Polri.
LAMPUNG TENGAH.bangkitnusantara.com. – Berbagai persoalan yang dirasakan masyarakat Kampung Tanjung Harapan (SB.6), Kecamatan Seputih Banyak, Kabupaten Lampung Tengah, dibuka secara langsung di hadapan jajaran kepolisian melalui program Polsek Manjaw di Kampung (PMK), Rabu (9/9/2026) malam.
Kegiatan tersebut menjadi ruang dialog antara polisi dan masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan yang berkaitan dengan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), sekaligus masalah sosial yang membutuhkan perhatian serta koordinasi dengan pihak terkait.

Program PMK dipimpin langsung Kapolsek Seputih Banyak AKP Hairil Rizal, S.H., M.H. Dalam kegiatan itu, warga, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat hingga tokoh pemuda diberikan kesempatan menyampaikan aspirasi dan keluhan yang mereka hadapi di lingkungan masing-masing.
Sejumlah persoalan pun mengemuka dalam dialog tersebut. Mulai dari kondisi jalan yang membutuhkan perhatian, penerangan lingkungan, persoalan kabel listrik, masalah sampah, hingga pertanyaan masyarakat mengenai informasi penerimaan anggota Polri.
Kehadiran jajaran Polsek Seputih Banyak secara langsung di tengah warga menjadi bagian dari upaya kepolisian membangun komunikasi dua arah. Polisi tidak hanya menyampaikan imbauan Kamtibmas, tetapi juga mendengarkan persoalan masyarakat secara langsung.

Mewakili Kapolres Lampung Tengah AKBP Charles Pandapotan Tampubolon, S.I.K., S.H., M.H., Kapolsek Seputih Banyak AKP Hairil Rizal mengatakan, program PMK merupakan sarana untuk memperkuat komunikasi antara kepolisian dengan masyarakat.
Menurut Hairil, berbagai keluhan yang disampaikan warga akan menjadi bahan perhatian kepolisian untuk kemudian dikoordinasikan dengan instansi atau pihak terkait sesuai kewenangannya.
“Setiap keluhan yang disampaikan akan kami terima dan akan dikoordinasikan bersama pihak terkait. Kami ingin persoalan di masyarakat bisa diketahui sejak dini dan dicarikan solusi bersama,” ujar Hairil.

Ia menegaskan, upaya menjaga situasi Kamtibmas agar tetap aman dan kondusif bukan semata-mata menjadi tanggung jawab kepolisian. Peran serta masyarakat sangat dibutuhkan untuk menciptakan lingkungan yang aman, tertib dan nyaman.
“Dukungan dan kepedulian masyarakat menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif,” ungkapnya.
Menurutnya, komunikasi yang terjalin secara langsung dengan masyarakat juga dapat membantu kepolisian mengetahui berbagai potensi persoalan sejak dini. Dengan demikian, langkah pencegahan dapat dilakukan sebelum persoalan berkembang menjadi gangguan Kamtibmas.
Kegiatan PMK tersebut mendapat apresiasi dari tokoh agama Kampung Tanjung Harapan, Hi. Maksum. Ia menilai pola komunikasi langsung seperti ini membuat masyarakat lebih leluasa menyampaikan persoalan yang selama ini mereka hadapi.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Polisi datang langsung, duduk bersama masyarakat dan mendengarkan apa yang menjadi keluhan warga. Ini sangat baik dan kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut,” katanya.
Melalui program Polsek Manjaw di Kampung, Polsek Seputih Banyak terus berupaya membangun kedekatan dengan masyarakat. Dialog langsung tersebut diharapkan mampu memperkuat sinergi antara kepolisian dan warga dalam menjaga keamanan serta menyelesaikan berbagai persoalan di lingkungan masyarakat.
Dengan komunikasi yang semakin terbuka, jajaran Polsek Seputih Banyak berharap masyarakat tidak ragu menyampaikan informasi maupun persoalan yang berpotensi mengganggu Kamtibmas. Sinergi polisi dan masyarakat dinilai menjadi kunci untuk mewujudkan situasi wilayah yang aman, tertib dan kondusif. (red/Asp)
