Beranda Headline Anggota Komisi VIII DPR RI Hadiri Desiminasi Pembatalan Kebarangkatan Haji 2021

Anggota Komisi VIII DPR RI Hadiri Desiminasi Pembatalan Kebarangkatan Haji 2021

| 79 views

LAMPUNG TENGAH.Bangkitnusantara.com. — Anggota komisi VIII DPR RI I Komang Koheri SE menghadiri kegiatan Diseminasi Pembatalan Keberangkatan Haji 2021, bersama kemenag di gelar di Aula Hotel BBC Bandar Jaya , Senen (20/09/2021).

Kegiatan tersebut, dihadiri Kemenag kabupaten Lampung Tengah H.Farid Wajedi.S,ag.M Kom.I kepala bidang PHU Kanwil Kemenag Provinsi Lampung Drs.HM Ansori M Kom.I ,Staf PHU Lampung Tengah ,penyuluh agama islam ,KBIHU se-Lampung Tengah,serta perwakilan jamaah haji se kabupaten Lampung Tengah.

Mengawali sambutan nya sebagai tuan rumah Hj Emayani Spdi menyampaikan bahwa maksut dan tujuan dari kegiatan ini untuk memberikan pemahaman kepada jamaah haji tentang mekanisme penyelenggaraan ibadah Umroh dan haji di Lampung Tengah.
Akibat pandemi covid 19 dalam skala lokal dan global,pemerintah kerajaan Arab Saudi belom mengundang pemerintah Indonesia untuk membahas dan mendatangani nota kesepahaman tentang persiapan penyelenggara ibadah haji tahun 1442 H/2021 M.””Ungkap nya

Bertindak sebagai nara sumber, Anggota Komisi VIII DPR RI I Komang Koheri dari Fraksi PDI Perjuangan,
menjelaskan, kegiatan Disemilasi yang diselenggarakan oleh kemenag RI atas usulan dari Komisi VIII DPR RI yang dilakukan secara serentak di seluruh Wilayah Indonesia.

” Tujuanya, membahas kegiatan ini bertujuan untuk memberikan informasi dan pemahaman terkait pembatalan pemberangkatan haji terhadap seluruh peserta yang hadir, utamanya calon jamaah yang mengalami pembatalan keberangkatan haji ditengah pandemi covid 19″ ucap Komang Koheri

Disamping itu, juga agar lebih tahu kepastian dari Kemenag mengenai keberangkatan di tahun 2021, dan juga sebagian masyarakat atau calon jamaah haji yang memang meminta kembali uang setoran atau mengajukan pembatalan, hingga uang setoran haji akan dikembalikan dan juga dijelaskan dalam acara ini.

” Untuk proses pengajukan pembatalan pemberangkatan melalui beberapa proses, yakni calon jamaah harus melengkapi berkas berkas di kantor kemenag setempat, untuk dilakukan proses verivikasi data. Setelah dinyatakan lengkap, maka prosesnya paling lama memerlukan waktu sembilan hari guna mendapat pencairan pengembalian dana” ujarnya.

Politisi dari Fraksi PDI Perjuangan yang identik mengenakan Peci Hitam ini juga menambahkan, kepada masyarakat atau calon jamaah haji, mari diambil sisi positif terkait pembatalan pemberangkatan haji dan umroh ditengah pandemi covid 19, dengan mengambil sikap tidak berlebihan. Karena, maksud dan tujuan dari pemerintah sangat baik, yaitu mengutamakan keselamatan dan kesehatan para calon jamaah haji dan umroh selama wabah covid 19 masih berlangsung atau belum berakhir.

” Bagaimanapun juga, melaksanakan ibadah haji dan umroh sangat baik, namun untuk saat ini keputusan yang terbaik adalah menjaga keselamatan dan kesehatan semua masyarakat. Dalam hal ini, kami di senayan sebagai Anggota DPR RI sedang membahas terkait aturan yang akan diberlakukan kepada jamaah Haji dan Umroh tahun 2021, bila selama pandemi covid 19 belum berakhir” pungkasnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here